HIDUP DALAM KASIH KARUNIA ALLAH

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

SKANDAL IBADAH ORANG PERCAYA

Posted in Uncategorized | Leave a comment

BERIKAN PIPI YANG LAIN

Posted in Uncategorized | Leave a comment

gaya hidup 24 sept

Image | Posted on by | Leave a comment

Kebaktian Syukur 5 Agustus 2017, Jam 5 pm, 501 Cambridge St, San Francisco, CA 94134

HUT Ke 5 CORNERSTONEHUT Ke 5 CORNERSTONE

Posted in Uncategorized | Leave a comment

25 Juni ’17, Duri Kehidupan

DURI KEHIDUPAN

Image | Posted on by | Leave a comment

FATHERS DAY, 18 JUNI 2017, Mari hadir dan rayakan bersama…..

FATHERSDAY 2017

Image | Posted on by | Leave a comment

KKR 9 Juli 2017, Pdt. DR. Mangapul Sagala

KKR MANGAPUL SAGALA JULI BENAR

Image | Posted on by | Leave a comment

KEBAKTIAN MINGGU 21 MEI

MEI 21

Image | Posted on by | Leave a comment

Sabar terhadap Penderitaan, Tabah terhadap Fitnahan, Setia terhadap Kebenaran

YESUS1Sabar terhadap Penderitaan, Tabah terhadap Fitnahan, Setia terhadap Kebenaran

                Sejak awal Tuhan Yesus telah meberitahukan kepada murid-murid-Nya bahwa bila kita mengakui sebagai pengikut Kristus Yesus maka kita harus menghadapi penderitaan itu. Yesus tidak pernah berjanji yang muluk-muluk terhadap pengikut-Nya. Ia tidak memberirkan harapan manis kepada murid-murid-Nya, sehingga tiba waktunya murid-murid-Nya menuduh Dia memberikan PHP atau Pemberian Penghapan Palsu. Tetapi sejak awal Dia sudah katakan : Orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat” (Matius 10:22).

Dengan kata lain penderitaan merupakan makanan sehari-hari pengikut Yesus, tetapi ingat penderitaan yang dimaksud di sini bukan penderitaan karena tindakan kita berbuat dosa atau salah, tetapi karena kita melakukan  kebenaran. Itu sebabnya bila ada orang yang menerima pengajaran bahwa bila percaya kepada Yesus akan menjadi kaya, bebas dari segala kesulitan dan sakit-penyakit tidak pernah ada maka itu adalah ajaran yang menyesatkan. Yesus justru berkata bila hendak menjadi pengikut-Nya yang sejati maka ia harus menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Yesus, dengan demikian maka orang yang percaya itu mendapat keselamatan yakni bebas dari dosa,

Apa yang Yesus katakan di atas telah terlebih dahulu di alami oleh Yesus sendiri di dalam kehidupan dan pelayan-Nya. Bertubi-tubi penderitaan yang ditujukan kepada Yesus, misalnya di dalam Lukas 11 : 14 -19, Yesus mengusir setan keluar dari orang yang bisu, namun Yesus dituduh mengusir setan dengan memakai kuasa Beelzebul, penghulu setan. Tetapi walaupun Yesus difitnah seperti itu, IA tidak putus asa, namun ia tetap dengan setia mengajar dan melayani. Matius 5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.

Seseorang yang suka memfitnah biasanya didasari akan akar kebencian, akar iri dan akar ketidak-mampuan. Jangan gelisah atau putus asa bila ada yang iri dan cemburu pada anda. Justru bila ada orang iri dan cemburu, maka kita mesti merasa bangga, karena ini menunjukkan bahwa kita ini melebihi mereka. Tatkala kita difitnah, maka kita harus ingat apa yang diajarkan Tuhan Yesus, bukan fitnah dibalas dengan fitnah, tetapi fitnah yang dibalas dengan kasih. Nampaknya sangat kontroversial sekali sebagai pengikut Kristus, namun itulah kenyataannya. Yesus bukan hanya mengajar secara teori saja, tetapi sesungguhnya Yesus telah mempraktekkan apa yang diajarkan-Nya. Pengampunan merupakan ciri khas praktek kehidupan-Nya.

Sewaktu Yesus disalibkan, yang sebelumnya IA disiksa, IA dicambuk berulang-ulang, ditampar, ditendang, diludahi dan sebagainya, ditambah kaki-Nya dipaku, tanganNya juga dipaku, dan kemudian digantung di atas kayu salib di atas bukit Golgota. Di puncak bukit Golgota itu pula IA berseru kepada kepada Allah supaya mengampuni oranhg-orang yang menyalibkan-Nya. Yesus sangat berbesar hati, IA mengampuni bahkan orang yang hendak mencelakakan Dia. Inilah penerapan pengajaran terhadap orang Kristen yang merupakan dasar kehidupan harus dimiliki. Bagi orang percaya, dalam hal ini orang Kristen. Selanjutnya bila kita hari ini menemukan orang percaya yang kelakuan dan sikapnya bertolak belakang dari Yesus, maka pengakuannya sebagai pengikut Yesus menjadi tanda tanya. Bandingkan dengan Luke 6 : 46 “Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan,   padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan ?

Jika kita lanjutkan lagi teladan Yesus di atas kayu salib maka kesetiaannya itu begitu teguh, IA Setia hingga akhir riwayat hidup-Nya. Kesetiaan ini yang juga harus dimiliki oleh segenap orang percaya.  Jadi bila disimpulkan maka orang yang mengakui Yesus adalah Juru Selamat , ia juga harus memiliki iman yang kokoh, dan tetap setia pada Tuhan dengan dalih apapun yang terjadi tetap setia.

Bila kita melihat sejarah tokoh Alkitab di jaman Daniel, yakni Sadrak, Mesack dan Abednego tatkala mereka diperhadapkan dengan pilihan untuk bebas bila menyangkal Tuhan yang mereka sembah dan dimasukkan ke gua singa bila mereka bertahan di dalam iman kepercayaannya maka kita boleh melihat jawaban yang sangat berani dari mereka yakni mereka percaya Tuhan yang mereka sembah pasti menolong mereka dari dalam gua singa, namun jikalau Tuhan yang mereka sembah tidak menolongpun mereka tetap saja setia pada Tuhan. Omong kosong bila kita mengaku cinbta Tuhan Yesus bila untuk pekerjaan Tuhan kita masih hitung-hitungan? Masih beranikah kita mengaku cinta Tuhan, bila untuk menjemput teman ke gereja saja kita mengeluh, bahkan menolaknya? Jangan katakan cinta Tuhan Yesus, bila untuk memberi persembahan bagi pekerjaan Tuhan kita masih medit dan pelit.

Marilah kita sebagai orang-orang percaya semestinya kita belajar tetap setia tidak goyah. Jangan dikarenakan sedikit masalah yang kita hadapi di dalam hidup ini kita menjadi tawar hati dan berpikir untuk meninggalkan Tuhan. Tokoh-tokoh Alkitab juga pernah mengalami hal yang sama. Tadi yang kita sebut Sadrak dan kawan-kawan, Yusuf yang dijual saudara-saudaranya ke Mesir, ia mejadi budak dan dipenjara. Ayub yang segalanya miliknya lenyap dan menderita penyakit kulit yang mirip kusta, rasul Paulus yang menderita penyakit yang tidak kunjung sembuh, nah semua mereka bukan berusaha meninggalkan Tuhan, tetapi mereka malah tetap setia pada Tuhan, bahkan setia hingga mati. Bagaimana dengan kita?  Billy Graham mengatakan :”Keselamatan itu gratis, tetapi untuk menjadi murid ada harga yang dituntut , yakni segala sesuatu yang anda miliki”  Pertanyaanya adalah, sudahkah kita berkorban bagi pekerjaan Tuhan, padahal IA telah mengorbankan diri-Nya pada kita? Sudahkah kita membayar harga sebagai orang percaya? Atau kita tenang-tenang saja dan pura-pura tidak tahu akan hal ini? Semuanya terpulang pada kita. Amin

San Francisco, 28 April 2017

S Saud

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment