Apakah engkau Mengasihi Aku?

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

The road to Emmaus, once Opportunity to move on

emmaus

Lukas 24:13-35
Dua orang murid Yesus, Kleopas dan Simon dengan wajah muram memperbincangkan bagaimana Yesus telah mengalami penderitaan, mati di kayu salib dan bangkit. Rasa galau membuat mereka meninggalkan kawan-kawannya dan diperkirakan kembali ke kampungnya. Bahkan saking galaunya barangkali konsentrasinya tidak fokus. Selaput mata mereka seperti tertutup sehingga mereka tidak kenal gurunya. Hal positip dari kebiasaan orang Yahudi adalah, tatkala berjalan bersama mereka bukan membicarakan orang lain (gossip), tetapi mereka berbicara masalah keagamaan.
Kleopas dan Simon sebagai murid Yesus tentu telah mendapat banyak pengajaran dari Sang Guru. Tetapi mereka rupanya hampir sama dengan sebagian jemaat jaman now, yang mengerti firman Tuhan dengan dicomot-comot ayatnya. Yesus datang ke dunia untuk menjadi juruselamat manusia, tetapi murid-muridNya tetap berpikir bahwa Yesus hendak menjadi raja. Itu sebabnya maka mereka kecewa sekali apabila Yesus menyerahkan Diri untuk disalib.Itu sebabnya kedua murid ini meninggalkan teman-temannya, barangkali untuk mengambil waktu tenang. Namun celakanya, karena berita tentang Yesus menjadi viral dan tranding topik, maka biarpun mereka pergi jauh, namun topik ini tetap senantiasa diperbincangkan.
Konsep yang salah tentang Tuhan Yesus menyebabkan kegalauan mereka. Padahal sejak awal, Yesus sudah memberitahukan orang Israel bahwa Dia datang ke dunia bukan memerintah dunia, tetapi IA diutus untuk menderita supaya menyelamatkan manusia. Makanya Yesus berkata bahwa : Lukas 24:25-26 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” Orang percaya mesti memiliki konsep yang benar terhadap pengajaran firman Tuhan.
Contoh praktis misalnya: firman Tuhan jelas berkata, mereka yang percaya pada Yesus harus memikul salib, konsep yang salah mengajarkan percaya Yesus segala sakit-penyakit hilang. Nah, apabila anda mengambil konsep pengajaran yang salah itu mentah-mentah, jangan heran pula anda menjadi galau, karena tidak sesuai dengan yang anda harapkan. Jadi, belajar dan mengerti yang benar tentang firman Tuhan sangat penting, jauhkan dari sikap menghindari persekutuan.
Acapkali kita tatkala kita berhadapan dengan persoalan yang rumit, kita tinggalkan persekutuan dan bahkan Tuhan. Padahal persekutuan itu didesain untuk kita saling menguatkan, memberi perhatian.
Jangan pernah lagi kita jatuh pada sikap yang keliru.
Ingat, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Di mana saja, kadang tanpa kita sadari Tuhan hadir bersama kita, seperti yang dialami oleh dua orang murid Yesus yang berjalan ke Emaus.
Tatkala murid-murid Yesus menyadari bahwa Yesus senantiasa bersama mereka, maka kegalauan mereka diubah. Mereka tidak lagi bermuram durja, tetapi mereka harus bangkit.
Sebelum sadar, mereka sudah seperti putus asa tetapi setelah sadar mereka bangkit dengan penuh pengharapan. Sebelum sadar mereka bercerita tentang suasana suram, kematian Yesus, setelah sadar mereka berbicara tentang kebangkitan Yesus. Perjalanan menuju Emaus merupakan suatu momen move on.
Sebagai orang percaya, kita juga harus move on, karena keselamatan yang Tuhan berikan secara cuma-cuma pada kita, tidak boleh membuat kita berdiam diri tetapi mesti bangkit mengabarkan Injil. Lukas 24: 34-35 Kata mereka itu: “Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon.” Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah move on?
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kebaktian Minggu, 15 April 2018.

FB_IMG_1523469302927

Image | Posted on by | Leave a comment

Kebaktian Minggu 08 April 2018, 2pm

AMANAT AGUNG MINGGU

Image | Posted on by | Leave a comment

BUKTI BERITA HOAX SUDAH ADA 2000 TAHUN YANG LALU!

BANGKIT

BUKTI BERITA HOAX SUDAH ADA 2000 TAHUN YANG LALU!

Bayangkan saja, Yesus yang tidak bersalah kemudian dihasut dan dikondisikan sedemikian rupa sehingga Ia dianggap bersalah, oleh sebab itu kerumunan masyarakat baru kemarin bersorak “Hosana dimuliakan Tuhan”, hari ini berpaling karena hasutan tersebut menjadi berkata “Salibkan Dia”. Mereka lebih rela melepaskan Barabas si penjahat itu ketimbang Yesus yang tidak bersalah.
Tidak cukup itu., masih ada Hoax lagi pada jaman itu, Yesus dikatakan tidak benar-benar disalibkan, ada orang yang dituduhkan Simon dari Kirene yang menggantikannya. Apakah orang-orang yang menyalibkan Dia waktu itu matanya katarak, sehingga tidak tahu menandai yang mana Yesus? Nah, ini yang disebut Hoax tingkat dewa.
Pada waktu Yesus bangkit dari kubur, diisukan bahwa mayat Yesus itu dicuri orang. Padahal jelas sekali para prajurit itu menjaga kubur Yesus dengan ketat. Pertanyaannya jika benar mayat Yesus dicuri kenapa para prajurit itu tidak menangkapnya? Padahal mereka lengkap dengan senjata. Hingga Yesus sudah mati dan bangkitpun berita Hoax ini belum selesai.
Yesus bahkan dituding hanya pingsan saja, jadi kemudian dia siuman dan melarikan diri. Coba kita berpikir secara logika saja, orang yang baru siuman dari pingsan harus membuka kain kafan sendiri, lalu melarikan diri, sementara di depan kubur itru banyak prajurit yang jaga? Tentu tidak masuk akal bukan? Yang ada yaitu berita Hoax?
Berita Hoax membahayakan, jaman dulu belum ada smart phone saja bisa tersebar beritanya, apalagi sekarang jaman smartphone. Maka terhitung detik berita Hoax itu bakal tersebar ke mana-mana. Jika berita Hoax itu dapat memancing keributan, maka bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi jaman sekarang orang itu sibuk, tidak sempat klarifikasi berita yang salah. Maka yang rugi juga kita.
Mari, kita tinggal pilih saja, apakah kita harus memelihara sifat buruk menyebarkan berita Hoax? Jika berita itu benar, sudah pasti benar. Hingga hari ini tidak ada komplain yang dapat mengalahkan bahwa Yesus itu benar-benar mati dan bangkit kembali. Masih ragukah engkau?

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Paskah 01 April 2018, Jam 2pm

PASKAH 2018

Image | Posted on by | Leave a comment

Don’t Judge by its Cover

DONT PICokey

“Don’t judge by its cover.”

Ada orang bilang penampilan tidak penting, yang penting karakter dan hatinya. Karena Tuhan Yesus tidak melihat penampilan kita. Nampaknya pernyataan ini ada benarnya dan, tetapi apakah 100 % benar? Belum tentu. Ada orang penampilannya serem tetapi realitanya ia baik hati, sebaliknya ada yang wajahnya lembut, manis, necis dan keren tetapi hatinya jahat.

Terus terang saja, karena kita bukan Tuhan sehingga kita tidak mampu untuk mengetahui orang lain secara mendalam. Maka yang ada hanya kita kemudian kita hanya merasa curiga dan menjaga jarak. Tetapi hari ini kita bisa melihat ada saja orang nyinyir, baru kenal dengan kita beberapa jam saja sudah dapat “menghakimi” kita, kurang imanlah, kurang rohanilah, tidak pernah mengalami pengalaman dengan Tuhanlah, bla bla bla. Koq tahu? Lalu dia bilang Tuhan memberikannhya panca-indera ke enam? Yang menjadi tanda tanya, orang yang mengalami Tuhan mendalam, punya panca-indera ke enam, kenapa hanya menghina-hina dan mentertawakan orang lain? Justru ia mesti menolong dan menjadi berkat bagi orang lain.

Penampilan itu penting, artinya sebagai orang yang mengaku anak Tuhan, mesti rapi, bersih, murah dan sederhana.

Hari ini kita melihat ada banyak orang yang memiliki konsep yang salah terhadap penampilan, sehingga baginya penampilan mesti berlabel harga mahal  dan merek terkenal. Pakaian, mobil, tas, jam tangan, sepatu, dan sebagainya mesti yang mahal. Nah, orang yang demikian sungguh kasihan, karena tanpa disadar sebenarnya ia sadar bahwa dirinya tidak berharga dan bernilai, sehingga ia bungkus dengan barang-barang mewah untuk menaikkan harkat dan martabatnya. Padahal, bagi orang-orang yang sudah ditebus oleh Tuhan Yesus,  nyawa kita itu sangat berharga dan tidak bisa dibayar dengan apapun.

Hidup kita ini berharga bukan karena harta kekayaan yang kita miliki atau yang kita pakai. Tetapi karena nyawa kita sudah ditebus Tuhan Yesus di atas kayu salib, harganya lunas dibayar. Itu sebabnya firman Tuhan berkata, “Apa gunanya kita memiliki segala sesuatu di dunia ini, tetapi kehilangan nyawanya”.

Sekaya, secantik dan setampan apapun, bila nyawa kita sudah hilang, maka diri kita tidak berharga lagi. Walau pakaian dan asesorisnya mahal dan bermerek, semua itu ngak bakal dibawa. Orang yang sudah kehilangan nyawanya, ia seperti segumpal daging yang bakal busuk yang dijual ke pasar, bahkan dibagikan gratispun orang tidak mau atau membelinya. Oleh sebab itu selagi kita masih hidup, kita mesti benar-benar menghargai hidup ini. Orang yang menghargai hidupnya yang sudah ditebus Tuhan Yesus, ia tidak sungkan-sungkan juga berkorban bagi orang lain.

Apa yang mau kita pelajari hari ini?

1. Ingat, diri kita Berharga, bukan karena dibungkus harta. Orang hanya melihat hartamu, begitu hartamu lenyap, iapun meninggalkan kita.

2. Ingat, diri kita Berharga karena sudah ditebus oleh Tuhan Yesus di atas kayu salib, IA mati menggantikan kita.

3. Ingat, sekaya apapun kita, maka bila nyawa kita lenyap, kita hanya tinggal segumpal daging busuk yang diberikan gratispun orang tidak mau.

4. Ingat, bagi orang percaya, ia harus menjadi berkat bagi orang lain, bukan hanya sekadar mengurus diri sendiri.

5. “BERKORBAN UNTUK ORANG LAIN LEBIH BERHARGA DARI PADA BERKORBAN UNTUK DIRI SENDIRI”

San Francisco, 09 Maret 2018

Saumiman Saud

Posted in Uncategorized | Leave a comment

APAKAH BERKAT MESTI BERUPA HARTA KEKAYAAN?

APAKAH BERKAT ITU MESTI BERUPA KEKAYAAN?
Mengenai berkat bila kita tidak mengenal Tuhan dengan benar maka kita bisa minder, kenapa? Berkat senantisa dikaitkan dengan materi. Bahkan ada orang yang memiliki konsep yang salah terhadap kasih Tuhan, semua dikaitkan dengan berkat. Konsep yang salah terhadap berkat kemudian berkembang terus terbawa-bawa hingga mereka berkesimpulan bahwa bila engkau itu percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai juru selamat maka berkat akan melimpah turun dari atas. Artinya kita bakal menjadi kaya raya, karena kita adalah anak raja, engkau akan sehat karena Tuhan Yesus Tabib segala Tabib, englau akan dilindungi dan tidak ada kesusahan atau kesulitan. Lalu ada lagi satu hal yang sangat menarik yakni Doa anda selalu akan dikabulkan, dan mintalah apa saja; dikutip lagi dari ayat Alkitab (Matius 7:7). Pertanyaannya apakah benar bila kita percaya pada Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat maka kita bebas dari segala kesulitan dan kaya raya menjadi orang sukses?
Ada banyak orang yang kemudian kecewa pada Tuhan karena ternyata tatkala ia sudah percaya pada Tuhan Yesus masalahnya malah tambah rumit., ia tidak menjadi kaya raya. Logika sajalah, emangnya tanpa kerja keras dan dengan hati yang jujur tanpa putus asa, bisakah kita langsung kaya raya? Itukan seperti uang jatuh dari langit saja? Itu mah seperti kanjeng siapa itu yang bisa menyulap uang menjadi banyak, yang kemudian ditangkap karena menipu. Saya pernah dengar yang ekstrim dari seorang pengkotbah yang mengatakan, “Percayalah pada Tuhan Yesus , terima Dia sebagai Juru Selamat, sakit penyakitmu akan lenyap dan bila engkau ke gereja pakai helm, segera buang dan kamu pasti pulang naik mobil.” Percayakah anda akan hal ini? Kalau saya sih percaya, karena Tuhan kita maha kuasa, Dia bisa saja menyembuhkan kita, tetapi ingat Dia juga bisa tidak menyembuhkan kita jika tidak sesuai kehendak-Nya. Yang buang helm kemudian naik mobil saya juga percaya itu, karena bila anda sudah buang helm mu maka tidak bisa lagi naik sepeda motor bisa ditilang polisi, maka mau tidak mau engkau pulang harus naik mobil, mobil mikrolet atau Sudako kalau di Medan.
Lalu berkat itu apa? Bagi saya berkat itu bisa berarti kesehatan, bisa juga berarti kehidupan, bisa juga berarti pekerjaan, bisa berarti apa yang kita miliki. Tuhan punya rencana tersendiri buat kita, sehingga apa yang direncakankan dan apa yang diberikan kepada kita tidak pernah salah. Jika Tuhan yang anda sembah bisa salah atau keliru, maka saya sarankan engkau tidak perlu percaya pada Tuhan yang demikian.
Ketika ayahnya Yoas mengetahui ada orang-orang yang datang ke rumahnmya hendak mencari dan membunuh Gideon, karena Gideon telah merobohkan mezbah Baal dan tiang berhala yang mereka sembah (Hakim 6: 28), maka ayah Gideon berkata kalian tidak perlu melakukan itu, karena jika dewa yang kita sembah itu benar-benar kuasa maka dia yang akan membalas sendiri terhadap anakku (maksudnya Gideon). Hakim 6:29 Berkatalah mereka seorang kepada yang lain: “Siapakah yang melakukan hal itu?” Setelah diperiksa dan ditanya-tanya, maka kata orang: “Gideon bin Yoas, dialah yang melakukan hal itu.”  30  Sesudah itu berkatalah orang-orang kota itu kepada Yoas: “Bawalah anakmu itu ke luar; dia harus mati, karena ia telah merobohkan mezbah Baal dan karena ia telah menebang tiang berhala yang di dekatnya.” 
31  Tetapi jawab Yoas kepada semua orang yang mengerumuninya itu: “Kamu mau berjuang membela Baal? Atau kamu mau menolong dia? Siapa yang berjuang membela Baal akan dihukum mati sebelum pagi. Jika Baal itu allah, biarlah ia berjuang membela dirinya sendiri, setelah mezbahnya dirobohkan orang.” 
Tuhan yang kita percaya sama dengan Tuhan yang dipercaya Gideon, ia berkuasa atas segalanya dari dahulu kala hingga hari ini dan selama-lamanya. Jika kita percaya dan mengalami Tuhan yang demikian, maka niscaya kita tidak pernah kecewa terhadap segalam rancangan Tuhan atas diri kita. Karena Tuhan kita maha kasih dan penyayang serta tidak bisa salah. Mengalami dan merasakan kasih Tuhan tidak perlu diucapkan dimulut kita, semua akan terlihat dalam seluruh kesaksian sikap hidup dan karakter kita, terutama menghadapi masalah atau kesulitan. Ia tidak pernah meresa kecewa, karena baginya rancangan Tuhan itu sempurna dan berkatNya selalu cukup, tidak pernah ada yang kurang.

Orang yang benar-benar mengalami Tuhan dan hidup di dalam Tuhan, hidupnya akan penuh berkat, di dalam dirinya kita bisa melihat Allah hadir dan penuh kemuliaan bagi Tuhan Allah. Kehidupannya tidak pernah merancang yang jahat, tetapi selalu pengin menjadi berkat bagi orang lain. Hidup yang diberkati yang sesungguhnya adalah hidup yang menjadi berkat bagi orang lain. Rindukah kita mengalami yang demikian?

San Francisco, 6 Februari 2018

Saumiman Saud

Posted in Uncategorized | Leave a comment

HARUSKAH MUJIZAT YANG SPEKTAKULER ITU?

HARUSKAH MUJIZAT YANG SPEKTAKULER ITU?

Mengenai mujizat, sebagai orang percaya kita tidak boleh menghakimi orang lain atau menuntut orang lain juga harus mengalami mujizat yang sama dengan kita. Tuhan itu punya cara terhadap masing-masing orang yang dikasihiNya. Sewaktu di Seminari, dalam acara kesaksian sering kali ada beberapa teman yang bersaksi mengalami mujizat yang spektakuler, misalnya pada waktu dia butuh uang, ada saja orang yang selipkan amplop ke dalam Alkkitabnya, atau juga sering kali dia mendapat amplop berkat dari celah-celah jendela mobil. Penulis di dalam hati bertanya, kapan mujizat macam begitu giliran saya. Lalu jikalau saya tidak mengalami hal yang sama seperti teman saya itu, apakah itu berarti saya tidak mengalami pengalaman bersama Tuhan? Apakah saya tidak rohani? Apakah saya tidak mengalami mujizat?

Tuhan itu tidak senang terhadap anak-anak-Nya yang memiliki karakter sombong, terutama yang sombong rohani. Menganggap diri lebih dekat dengan Tuhan lalu orang lain di hina. Tuhan punya rencana tersendiri untuk menyatakan Diri-Nya kepada setiap orang dengan cara yang berbeda. Saya sendiri percaya pada Tuhan yang tidak pernah salah, tidak pernah lalai, tidak pernah terlambat menolong kita, seperti firman Tuhan tuliskan “Tangan-Nya tidak kurang panjang untuk memberikan pertolongan kepada kita.”

Di dalam Matius 9:30; 17:9; 16:20 Matius 9:30 Maka meleklah mata mereka. Dan Yesus pun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: “Jagalah supaya jangan seorang pun mengetahui hal ini.” jadi ada pelarangan di sini.
Matius 17:9 Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka: “Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorang pun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati.” Larangan menceritakan ke orang lain.
Matius 16:20 Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun bahwa Ia Mesias. Nah di sini jangan memberitahu orang lain juga. Nah ada tiga ayat di atas Yesus sepertinya melarang murid-murid-Nya menceritakan hal spektakuler yang tejadi kepada orang lain, mengapa? Alasannya sederhana, karena belum saatnya, itu yang tertulis di Alkitab, Yesus masih mau kerjakan banyak hal lagi. Tetapi lebih dari itu Yesus tidak mau orang percaya pada Dia hanya karena melihat atau mengalami mujizat. Bila kita percaya Yesus gara-gara melihat mujizat, maka itu merupakan level iman kita yang paling rendah sebenarnya, karena melihat baru percaya. Justru level iman yang tinggi adalah tatkala kita percaya kepada Yesus walaupun kita tidak megalami hal-hal yang spektakuler atau melijhat.

Orang yang percaya Yesus karena “hanya karena” mujizat, imannya gampang goyah, rapuh, karena bila ada suatu saat ia mengalami kesulitan fondasinya tidak kuat dan Yesus yang ditinggalkan. Bagi saya level iman kita yang paling kuat adalah tatkala kita tetap percaya pada Tuhan, walaupun kehidupan kita tidak mengalami mujizat yang spektakuler. Jika kita mengalami berbagai mujizat spektakuler, itu semata-mata karena Angugerah dan belas kasihan Tuhan, bukan untuk disombongkan apalagi dijadikan patokan untuk menilai iman kepercayaan orang lain.

San Francisco, 5 Maret 2018

Saumiman Saud

Posted in Uncategorized | Leave a comment

JALAN KESELAMATAN SATU-SATUNYA

JALAN KESELAMATAN SATU-SATUNYA

Baptisan tidak menentukan keselamatan, sebab jalan Memperoleh Keselamatan hanya percaya pada Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat. Tetapi orang yang menyatakan dirinya sudah percaya Yesus sebagai Juru selamat, mesti merelakan dirinya di baptis, karena ini merupakan kesaksian dari dirinya kepada orang lain bahwa ia sudah percaya dan selamat.

Jika Baptisan bisa menentukan keselamatan seseorang, maka hebat sekali si pendeta. Mengapa kita katakan baptisan tidak menentukan? Hari ini kita melihat ada banyak orang dibaptis hanya karena ia menikah dengan pasangan yang sudah percaya, jadi bukan karena ia sendiri yang percaya. Keselamatan ngak bisa boncengan, baik itu saudara bahkan anak-anak kita. Oleh sebab itu, maka kita yang memberikan keputusan pribadi.

Ada ketakutan tersendiri dari sebagian orang yang tidak mau dirinya dibaptis saat ini, ia bahkan berkata karena orang tuanya masih ada dia takut dibaptis, karena mereka tidak setuju, padahal pengakuannya ia sudah percaya pada Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat pribadi. Jika orang tuanya tahu bahwa percaya Yesus sebagai Juru Selamat maka selamat dan masuk Surga, maka pasti ia akan marah sekali pada anaknya.

Di gereja kita menemukan metode dalam baptisan, semuanya tidak maslah karena tadi kita katakan baptisan tidak mempengaruhi keselamatan. Ada cara baptisan p[ercik ada pula baptisan selam, tergantung pada peraturan gereja. Oleh sebab itu untuk masalah cara tidak merupakan perdebatan atau pertentangan, karena yang paling menentukan adalah percaya, bukan cara.

Ada orang yang salah berkesimpulan terhadap ayat yang ada di Injil Mar 16:16 “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.:” Jadi ayat yang dikutip adalah Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan., jadi dipenggal hingga sini, maka sepertinya yang diselamatkan mereka karena dibaptis. Padahal kita mesti baca Alkitab secara lengkap yakni ” Siapa yang percya dan dibaptis akan disekamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.” Jadi penekakannya di kata percaya, bukan kata baptisan. Dengan demikian maka Baptisan tidak menentukan keselamatan.

Hari ini di dalam kalender Yahudi merupakan saat-saatnya perayaan menjelanag Tuhan Yesus menuju ke kayu salib, DIa menuju ke salib dan berkorban mati supaya kita diselamatkan. Yang menkjadi soal adalah , apakah kita sudah percaya pada DIa dan menedapat keselamatan itu? Kita tidak secara kebetulan sebagai manusia ditempatkan Tuhan di dunia ini, ada rencana yang dia hendak kerjakan dalam diri kita. Jangan sia-siakan hidup kita ini. JIka malam ini kita dipanggil Tuhan kita mau ke mana? Apakah kita berani pastikan bahwa kita masuk surga? Apa yang menjadi kepantasan kita sehingga Tuhan Yesus memperbolehkan kita masuk surga? KIta orang berdosa. KIta hanya sampah. Tetapi, ingat tadi , hanya dengan percaya kepada Dia sebagai Juru Selamat pribadi kita, maka kita boleh masuk kerjaanNya. Mari, jangan menunda lagi. Amin.

San Francisco, 03 Maret 2018

Saumiman Saud

Posted in Uncategorized | Leave a comment