25 Juni ’17, Duri Kehidupan

DURI KEHIDUPAN

Image | Posted on by | Leave a comment

FATHERS DAY, 18 JUNI 2017, Mari hadir dan rayakan bersama…..

FATHERSDAY 2017

Image | Posted on by | Leave a comment

KKR 9 Juli 2017, Pdt. DR. Mangapul Sagala

KKR MANGAPUL SAGALA JULI BENAR

Image | Posted on by | Leave a comment

KEBAKTIAN MINGGU 21 MEI

MEI 21

Image | Posted on by | Leave a comment

Sabar terhadap Penderitaan, Tabah terhadap Fitnahan, Setia terhadap Kebenaran

YESUS1Sabar terhadap Penderitaan, Tabah terhadap Fitnahan, Setia terhadap Kebenaran

                Sejak awal Tuhan Yesus telah meberitahukan kepada murid-murid-Nya bahwa bila kita mengakui sebagai pengikut Kristus Yesus maka kita harus menghadapi penderitaan itu. Yesus tidak pernah berjanji yang muluk-muluk terhadap pengikut-Nya. Ia tidak memberirkan harapan manis kepada murid-murid-Nya, sehingga tiba waktunya murid-murid-Nya menuduh Dia memberikan PHP atau Pemberian Penghapan Palsu. Tetapi sejak awal Dia sudah katakan : Orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat” (Matius 10:22).

Dengan kata lain penderitaan merupakan makanan sehari-hari pengikut Yesus, tetapi ingat penderitaan yang dimaksud di sini bukan penderitaan karena tindakan kita berbuat dosa atau salah, tetapi karena kita melakukan  kebenaran. Itu sebabnya bila ada orang yang menerima pengajaran bahwa bila percaya kepada Yesus akan menjadi kaya, bebas dari segala kesulitan dan sakit-penyakit tidak pernah ada maka itu adalah ajaran yang menyesatkan. Yesus justru berkata bila hendak menjadi pengikut-Nya yang sejati maka ia harus menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Yesus, dengan demikian maka orang yang percaya itu mendapat keselamatan yakni bebas dari dosa,

Apa yang Yesus katakan di atas telah terlebih dahulu di alami oleh Yesus sendiri di dalam kehidupan dan pelayan-Nya. Bertubi-tubi penderitaan yang ditujukan kepada Yesus, misalnya di dalam Lukas 11 : 14 -19, Yesus mengusir setan keluar dari orang yang bisu, namun Yesus dituduh mengusir setan dengan memakai kuasa Beelzebul, penghulu setan. Tetapi walaupun Yesus difitnah seperti itu, IA tidak putus asa, namun ia tetap dengan setia mengajar dan melayani. Matius 5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.

Seseorang yang suka memfitnah biasanya didasari akan akar kebencian, akar iri dan akar ketidak-mampuan. Jangan gelisah atau putus asa bila ada yang iri dan cemburu pada anda. Justru bila ada orang iri dan cemburu, maka kita mesti merasa bangga, karena ini menunjukkan bahwa kita ini melebihi mereka. Tatkala kita difitnah, maka kita harus ingat apa yang diajarkan Tuhan Yesus, bukan fitnah dibalas dengan fitnah, tetapi fitnah yang dibalas dengan kasih. Nampaknya sangat kontroversial sekali sebagai pengikut Kristus, namun itulah kenyataannya. Yesus bukan hanya mengajar secara teori saja, tetapi sesungguhnya Yesus telah mempraktekkan apa yang diajarkan-Nya. Pengampunan merupakan ciri khas praktek kehidupan-Nya.

Sewaktu Yesus disalibkan, yang sebelumnya IA disiksa, IA dicambuk berulang-ulang, ditampar, ditendang, diludahi dan sebagainya, ditambah kaki-Nya dipaku, tanganNya juga dipaku, dan kemudian digantung di atas kayu salib di atas bukit Golgota. Di puncak bukit Golgota itu pula IA berseru kepada kepada Allah supaya mengampuni oranhg-orang yang menyalibkan-Nya. Yesus sangat berbesar hati, IA mengampuni bahkan orang yang hendak mencelakakan Dia. Inilah penerapan pengajaran terhadap orang Kristen yang merupakan dasar kehidupan harus dimiliki. Bagi orang percaya, dalam hal ini orang Kristen. Selanjutnya bila kita hari ini menemukan orang percaya yang kelakuan dan sikapnya bertolak belakang dari Yesus, maka pengakuannya sebagai pengikut Yesus menjadi tanda tanya. Bandingkan dengan Luke 6 : 46 “Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan,   padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan ?

Jika kita lanjutkan lagi teladan Yesus di atas kayu salib maka kesetiaannya itu begitu teguh, IA Setia hingga akhir riwayat hidup-Nya. Kesetiaan ini yang juga harus dimiliki oleh segenap orang percaya.  Jadi bila disimpulkan maka orang yang mengakui Yesus adalah Juru Selamat , ia juga harus memiliki iman yang kokoh, dan tetap setia pada Tuhan dengan dalih apapun yang terjadi tetap setia.

Bila kita melihat sejarah tokoh Alkitab di jaman Daniel, yakni Sadrak, Mesack dan Abednego tatkala mereka diperhadapkan dengan pilihan untuk bebas bila menyangkal Tuhan yang mereka sembah dan dimasukkan ke gua singa bila mereka bertahan di dalam iman kepercayaannya maka kita boleh melihat jawaban yang sangat berani dari mereka yakni mereka percaya Tuhan yang mereka sembah pasti menolong mereka dari dalam gua singa, namun jikalau Tuhan yang mereka sembah tidak menolongpun mereka tetap saja setia pada Tuhan. Omong kosong bila kita mengaku cinbta Tuhan Yesus bila untuk pekerjaan Tuhan kita masih hitung-hitungan? Masih beranikah kita mengaku cinta Tuhan, bila untuk menjemput teman ke gereja saja kita mengeluh, bahkan menolaknya? Jangan katakan cinta Tuhan Yesus, bila untuk memberi persembahan bagi pekerjaan Tuhan kita masih medit dan pelit.

Marilah kita sebagai orang-orang percaya semestinya kita belajar tetap setia tidak goyah. Jangan dikarenakan sedikit masalah yang kita hadapi di dalam hidup ini kita menjadi tawar hati dan berpikir untuk meninggalkan Tuhan. Tokoh-tokoh Alkitab juga pernah mengalami hal yang sama. Tadi yang kita sebut Sadrak dan kawan-kawan, Yusuf yang dijual saudara-saudaranya ke Mesir, ia mejadi budak dan dipenjara. Ayub yang segalanya miliknya lenyap dan menderita penyakit kulit yang mirip kusta, rasul Paulus yang menderita penyakit yang tidak kunjung sembuh, nah semua mereka bukan berusaha meninggalkan Tuhan, tetapi mereka malah tetap setia pada Tuhan, bahkan setia hingga mati. Bagaimana dengan kita?  Billy Graham mengatakan :”Keselamatan itu gratis, tetapi untuk menjadi murid ada harga yang dituntut , yakni segala sesuatu yang anda miliki”  Pertanyaanya adalah, sudahkah kita berkorban bagi pekerjaan Tuhan, padahal IA telah mengorbankan diri-Nya pada kita? Sudahkah kita membayar harga sebagai orang percaya? Atau kita tenang-tenang saja dan pura-pura tidak tahu akan hal ini? Semuanya terpulang pada kita. Amin

San Francisco, 28 April 2017

S Saud

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

“PEMBOROSAN YANG DIPERKENANKAN”

maria-yesus

            Markus 14:4-5 Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: “Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini? Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.” 

Mengungkapkan rasa cinta kasih seseorang terhadap orang yang dikasihnya kadang memang tidak cukup hanya dengan kata-kata ataupun tindakan, sebab yang namanya balas-budi itu sudah pasti tidak pernah lunas terbayarkan. Bicara tentang bagaimana pengorbanan seorang gadis terhadap orang yang dikasihinya maka pengorbanan Maria satu-satunya di dunia yang hingga hari ini tiada bandingnya. Bayangkan saja , ia mengambil minyak Narwastu yang murni, semacam minyak wangi yang mahal harganya dituang untuk mengurapi Yesus.

            Perbuatannya ini secara reflek diresponi beberapa murid Yesus dengan nada sinis, terutama dicatat Injil Yohanes oleh Yudas Iskariot salah seorang murid yang mengkhianati Yesus sebagai suatu Pemborosan. Baginya lebih baik uangnya dipergunakan untuk membantu orang miskin. Usul Yudas Iskariot memang kelihatan begitu logis dan masuk nalar; namun jikalau kita selidiki hati nuraninya dengan jujur tentu bukan itu maksudnya. Dihadapan Tuhan Yesus tidak ada hal apapun yang bisa ditutup-tutupi, jadi lipstalk seperti Yudas Iskariot ini sudah pasti terditeksi oleh Yesus. Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata,   tetapi TUHAN melihat hati.  ” (1 Sam 16 :7)      Yesus mengetahui bahwa di dalam hati Yudas ada maksud buruk, bukan maksud baik.

Coba kita lihat Markus 14 : 3-5

            Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yangmahal Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: “Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini? Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.” Lalu mereka memarahi perempuan itu.

Sekali lagi memang masuk akal, uang 300 Dinar untuk satu botol minyak Narwastu yang kemudian dituangkan begitu saja di kaki Yesus nampaknya suatu pemboroson. Bayangkan harga 300 Dinar itru boleh jadi adalah sejumlah gaji setahun. Coba kita hitung secara matematika sederhana, jikalau upah kerja sehari 1 Dinar , maka di dalam setahun yang jumlah harinya katakana lah 365 dipotong akhir pekan Sabbat tidak bekerja, maka seseorang kerja setahun kira-kira 250 hari saja. Dengan gaji yang diterima itu tentunya dia perlu memakai uangnya untuk segala keperluan sehingga katakanlah untuk sebulan ia bisa menabung 10 Dinar, maka untuk uang 300 Dinar ia harus menabung selama 3 tahun, itupun jikalau seluruh tabungannya tidak dipergunakan untuk membeli yang lain. Jadi jikalau ada keperluan lain pula , maka bisa memakan waktu 4 hingga 5 tahun supaya terbeli minyak Narwastu itu.

Biasanya minyak Narwastu ini merupakan minyak wangi milik seorang gadis yang dipergunakan pada saat pernikahan sebagai mas kawin mempelai wanita. Jadi jikalau minyak wangi ini dipergunakan untuk mengurapi Yesus, maka wanita ini telah mencurahkan kasihnya yang besar dan mendalam kepada Tuhan Yesus dengan pengorbanan yang luar biasa. Maria telah mengalami bagaimana Yesus begitu sayang terhadap keluarganya terutama tatkala adiknya Lazarus dibangkitkan dari kematian.

Tetapi perlakuan baik Maria ini tidak mendapat sambutan baik dari beberapa murid Yesus. Timbul reaksi dari Yudas Iskariot yang kemudian mempengaruhi kawan-kawan yang lain pastilah ada suatu maksud “jahat”nya.  Yohanes mencatat bahwa ada unsur kepentingan pribadi dari Yudas yang berjabatan bendahara, yang biasanya berhubungan dengan masalah uang dan ia lebih senang bila uang terbut dibagi kepada orang miskin, padahal di dalam hatinya supaya untuk dirinya sendiri.

Menyinggung soal bendahara seperti Yudas, penulis kadang merasa heran dengan ada banyak orang yang menjabat bendahara di gereja perlakuannya hampir sama. Ada kesan mereka begitu pelit dan seakan-akan membantu Tuhan untuk berhemat dan menabung. Ada kesan mereka yang memegang keuangan di gereja sudah seperti bos di gereja. Jaman penulis masih mahasiwa teologi tingkat awal, pernah mendengar dari teman-teman kuliah yang mendapat bea siswa dari sebuah gereja, maka setiap bulan tatkala mengambil bea siswa, mreka harus disemprot alias dimarahi oleh bagian keuangan itu terlebih dahulu.

Ada banyak gereja hingga hari ini yang keuangannya sebenarnya cukup namun kehidupan hamba Tuhannya masih berkekurangan. Itu sebabnya konsentrasi hamba Tuhannyapun menjadi terpengaruh, itu sebabnya ada beberapa hamba Tuhan dengan terpaksa terjun ke dalam bisnis dengan mengambil contoh rasul Paulus menjahit tenda sebagai alasan maklum.  Bila anda sebagai majelis gereja sudah saatnya memperhatikan masalah ini.

Ketika kita katakan bahwa kita sungguh-sungguh mencintai Tuhan, maka  sikap kita tidak seharusnya hitung-hitungan dengan pekerjaan Tuhan. Ada banyak orang yang mengaku sebagai anak Tuhan jika berbicara tentang dukungan untuk pekerjaan Tuhan rasanya seperti tutup telinga, namun bila mendengar tentang barang-barang branded, berapa dan di manapun akan dibayar dan dicari.

Maria telah mengambil sikap cinta kepada Tuhan dengan pengorbanannya yang tebaik, walaupun ia dikritik sebagai pemborosan, namun justru pemborosan seperti ini satu-satunya yang  berkenan di mata Tuhan.

Di Balai Kota kemarin heboh, kali ini bukan karena Unjuk Rasa dengan jutaan orang, namun di Balai Kota terpampang ribuan papan Bungan ucapan selamat dan rasa simpatik terhadap Gubernur dan wakil Gubernur Ahok Djarot. Hal ini menunjukkan betapa mereka merasa sayang dan cinta serta mengapresiasi kerja sang Gubernur dan wakilnya ini membangun Jakarta dengan luar biasa. Dalam melaksanakan tugas banyak cacian, fitnah, namun mereka berdua tetap setia melayani. Keadaan heboh begini tentu ada saja menuai kritikan dari orang yang mirip Yudas Iskariot, ia juga merasa papan bunga yang dikirim ke Balai Kota sebagai suatu pemborosan, lebih baik menolong orang miskin. Ada pula yang fitnah dengan kejam berkata bahwa Bunga itu memang pesanan dari Gubernur sendiri. Heran sekali, mengapa jahat benar orang-orang ini. Sebenarnya sikap masyarakat yang begitu menghargai sang gubernur yang dipenuhi dengan bunga-bunga ingin menunjukan suasana indah, sejuk, damai Sentosa dan kelembutan; jauhkan dan buang kekerasan yang sebenarnya merusak dan mengganggu kemajuan kota Jakarta

Nah jikalau kepada sang Gubernur dan wakilnya saja kita melihat begitu besar curahan cinta kasih masyarakat Jakarta, tentu saja curahan kasih dari anak-anak Tuhan terhadap Tuhan Yesus akan lebih besar lagi. Tuhan Yesus bukan hanya berkorban, tetapi ia telah mati menebus dosa kita dan bangkit menyelamatkan kita. Jika Maria telah melakukan “Pemborosan” yang luar biasa itu, maka kita hari ini tidak boleh kalah dari Maria.

San Francisco, CA

26 April 2017

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KEBANGKITAN KRISTUS, KEMENANGAN ORANG PERCAYA…

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Happy Easter

This gallery contains 1 photo.

Gallery | Leave a comment

Paskah di Gereja Cornerstone San Francisco, CA , Jam 2pm

KEBANGKITAN 2017

Image | Posted on by | Leave a comment

Thy Will, Hillary Scott

Posted in Uncategorized | Leave a comment