LUPAKAN YANG DIBELAKANG, FOKUS KE DEPAN

Filipi3:13-14 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan : aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Orang-orang berkata, kemarin itu kenangan, hari ini kenyataan dan besok itu Impian, Oh tidak besok adalah Harapan. Kenangan itu sudah berlalu dan tak akan terulang lagi, kenyataan hari ini tidak dapat dibantah, namun hari esok adalah harapan kita sebab diluar jangkauan manusia namun ada di tangan Tuhan. Tatkala kita masih usia muda kita berbicara tentang cita-cita, karena kita selalu berusaha agar cepat dewasa, kita pengin cepat berusia 17 tahun supaya boleh masuk bioskop dan boleh berpacaran. Sewaktu bertumbuh dewasa mulailah sedikit-sedikit membicarakan masa kecil dan segala pengalaman yang ada, mungkin itu merupakan hal yang bisa dibanggakan atau dipamerkan. Tatkala lanjut usia mulailah selalu mengingat masa lalu dan bisa saja berulang-ulang menceritakannya dan biasanya cerita ini sangat disukai atau namun membosankan bagi anak cucu. Inilah kehidupan, yang harus kita syukuri setiap saat dan setiap keadaan.
Rasul Paulus mengungkapkan 3 hal yang harus di perhatikan :
1 Melupakan yang di belakang

Setiap manusia memiliki pengalaman yang berbeda-beda, ada yang manis ada yang pahit. Kesuksesan dan kegagalan mewarnai hidup manusia; dan ini membuat kita lebih tegar, kokoh dan dewasa. Paulus sudah mengalaminya. Dia bukan orang sembarangan, dia orang Farisi, orang pintar gurunya Gamaliel yang terkenal. Sebelum bertobat saja ia adalah orang yang Top, terutama sebagai orang yang memusuhi pengikut Yesus. Dan sesudah bertobat juga dia adalah orang yang dikagumi, kotbahnya luar biasa, pelayanannya juga perlu di angkat jempol. Dia pantas mendapat penghargaan. Namun, orang semacam Paulus ini berkata pada kita, lupakanlah semua itu……semuanya sudah berlalu…… tak akan terulang lagi….. yang paling penting adalah bagaimana kita hari ini?
2. Arahkan pada apa yang dihadapan
Jangan terlena pada masa silam, arahkan, fokuskan pada apa yang ada dihadapan kita. Pikirkan apa yang mesti dilakukan. Paulus mengibaratkan hidup ini seperti seorang atlit yang sedang berlari, atlit tersebut tidak boleh bercabang pikirannya. Tahun lalu mungkin ia pernah juara dan mendapat piala, namun jangan terlena; kejadiannya sudah berlalu. Hari ini kita masuk dalam gelanggang pertandingan lagi, ia harus fokus ke depan, konsentrasi dan mengarah ke depan bukan terbuai menoleh kebelakang.
3. Berlari pada tujuan untuk mendapat hadiah.

Bila kita terlena, bila kita tidak fokus; sudah pasti kita kalah. Paulus katakan kita harus berlari, karena pertandingan belum usai supaya mencapai garis finish dan mendapat hadiah. Bila kita berhenti itu artinya kita menciptakan garis finish sendiri, dan tidak ada hadiahnya. Kita akan rugi waktu, rugi biaya, rugi segalanya dan sia-sia mengikuti pertandingan ini.
Pelajaran rohani yang kita boleh pelajari ini adalah bahwa hidup manusia itu tidak selalu senang dan lancar, kadang ada kesulitan datang menimpah. Kesulitan itu bisa besar dan bisa kecil; semua harus kita hadapi. Kesulitan itu ibarat pertandingan, apabila kita sudah berpengalaman menghadapi kesulitan besar, maka tatkala kesulitan kecil datang kita sudah dapat dengan mudah mengalahkannya.
Studi di kampus, pekerjaan di kantor, menjadi bos dalam perusahaan, atau melayani di ladang Tuhan seperti Paulus, semua ini merupakan hidup yang berurusan dengan manusia lainnya, dan ini tidak gampang, kadang ada benturan-benturan dan gesekan-gesekan yang terjadi, Ada bermacam-macam tempramen manusia, yang memerlukan double Kesabaran dan pengorbanan; terutama menghadapi manusia yang dirinya telah dewasa namun karakternya masih kanak-kanak. Paulus berkata mari kita berlari, karena garis finish belum ditempuh. Jika hari ini ada orang yang merasa gagal dan kecewa lalu diam-diam bermaksud menjauhkan diri dari pekerjaan atau juga pelayanan; saya ingin katakan pada anda, stop dulu dan renungkan, anda belum mencapai garis finish itu, jangan ciptakan garis finish itu sendiri, Tuhan masih mau memakai kita; pekerjaannya besar belum selesai.

Tahun Baru 2020
San Francisco, CBM
Saumiman Saud

Melupakan Masa Lalu

Melupakan Masa Lalu

Melupakan Masa Lalu

About Rev. Saumiman Saud

Lahir 5 Agt, di Medan, alumni SAAT Malang, saat ini sebagai Pendeta di San Francisco
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s