TANGGALKAN MASA LALU, RAIH MASA DEPAN

israel
TANGGALKAN MASA LALU, RAIH MASA DEPAN

By Saumiman Saud*)

Filipi3:13-14 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan : aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Kemarin adalah Kenangan, Hari ini adalah Kenyataan dan besok adalah impian? Apakah benar kalimat yang saya ucapkan? Oh tidak, sebab besok kita tidak mau hanya sekadar mimpi, tetapi besok itu adalah Harapan. Kenangan itu sudah berlalu dan tak akan terulang, kenyataan hari ini tidak dapat dibantah, namun hari esok adalah harapan kita sebab itu berada dil uar jangkauan manusia namun hanya ada di tangan Tuhan yakni Tuhan Yesus. Tatkala masih usia muda kita berbicara tentang cita-cita. Sewaktu bertumbuh dewasa mulailah seswekali membicarakan segala pengalaman yang ada, mungkin itu merupakan hal yang bisa dibanggakan atau dipamerkan. Tatkala lanjut usia mulailah  berulang-ulang menceritakannya dan biasanya cerita ini sangat disukai atau membosankan bagi anak cucu. Inilah kehidupan, yang harus kita syukuri setiap saat dan setiap keadaan.

Rasul Paulus berkata bahwa “ia tidak menganggap bahwa telah menangkapnya” itu artinya bahwa rasul Paulus sendiri di dalam hidupnya memiliki kelemahan, dia belum sempurna.
Ayat yang saya kutip ini, rasul Paulus mengungkapkan 3 hal yang harus di perhatikan :

  1. Melupakan yang di belakang

Setiap manusia memiliki pengalaman yang berbeda-beda, ada yang disebut manis ada juga disebut pahit. Kesuksesan dan kegagalan mewarnai hidup manusia; dan hal ini membuat kita lebih tegar, kokoh dan dewas. Paulus sudah mengalami semua ini. Dia bukan orang sembarangan, dia orang Farisi, orang pintar gurunya Gamaliel yang terkenal. Sebelum bertobat saja ia adalah orang yang Top, terutama sebagai orang yang memusuhi pengikut Yesus. Dan sesudah bertobat juga dia adalah orang yang sangat dikagumi, kotbahnya luar biasa hingga pernah diundang untuk kotbahkan topik yang sama, pelayanannya juga perlu di angkat jempol. Dia pantas mendapat penghargaan. Namun, orang semacam Paulus ingin katakan pada kita hari ini, lupakanlah semua kebesaran itu, semuanya sudah berlalu tak akan terulang lagi, jangan terlena di sana,  yang paling penting adalah bagaimana kita hari ini?

  1. Arahkan pada apa yang dihadapan

Arahkan, fokuskan pada apa yang ada dihadapan kita. Pikirkan apa yang mesti dilakukan. Paulus mengibaratkan hidup ini seperti seorang atlit yang sedang berlari, atlit tersebut tidak boleh bercabang pikirannya. Tahun lalu mungkin ia pernah juara dan mendapat piala, namun jangan terlena, kejadiannya sudah berlalu. Hari ini kita masuk dalam gelanggang pertandingan lagi, harus fokus ke depan bukan mengarah kebelakang,..jikalau kita mengarah ke belakang maka kita tidak bakal mencapai garis finish, kita akan kalah. Hampir semua hal yang akan terjadi itu misteri, kita tidak tahu dan tidak terduga, hanya perlu waspada. Contoh, ,memangnya ada yang pernah tahu jika merek Fitsa Hats bisa menjadi viral dan disebarkan hamper seluruh dunia? Tidak bukan, karena semua yang dihadapan kita misteri. Tetapi jangan terkecoh,  jika kita ada Kristus, maka kita ada harapan.

  1. Berlari pada tujuan untuk mendapat hadiah.

Bila kita terlena, bila kita tidak fokus; sudah pasti kita kalah. Paulus katakan kita harus berlari, karena pertandingan belum usai supaya mencapai garis finish dan mendapat hadiah. Bila anda berhenti itu artinya kita menciptakan garis finish sendiri, dan tidak dapat hadiahnya. Kita akan rugi waktu, rugi biaya, rugi segalanya dan sia-sia mengikuti pertandingan ini.
Pelajaran rohani yang kita boleh pelajari ini adalah bahwa hidup manusia itu tidak selalu senang dan lancar, kadang ada kesulitan datang menimpah. Kesulitan itu bisa besar dan bisa kecil; semua harus kita hadapi, apabila kita sudah berpengalaman menghadapi kesulitan besar, maka tatkala kesulitan kecil datang kita sudah dengan mudah memeranginya.
Studi di kampus, pekerjaan di kantor, menjadi bos dalam perusahaan, atau melayani di ladang Tuhan atau seperti pelayanan rasul Paulus, semua ini merupakan kegiatan yang berurusan dengan manusia lainnya, dan hal ini tidak gampang. Menghadapi manusia yang karakter, budaya, suku dan bermacam-macam tempramen memerlukan penglipatgandaan kesabaran dan pengorbanan; terutama menghadapi manusia yang dirinya “telah dewasa” namun karakternya “masih kanak-kanak”.
Paulus katakan ayo mari kita berlari, karena garis finish belum ditempuh. Jika hari ini ada orang yang merasa gagal dan kecewa lalu diam-diam bermaksud menjauhkan diri dari pekerjaan atau juga pelayanan bahkan kehidupan, maka saya ingin katakan pada anda, stop dulu dan renungkan baik-baik karena anda belum mencapai garis finish itu, kesempatan masih ada, Yesus masih ada itu artinya  harapannya masih ada, tanggung jawab kita belum selesai.

*) The Cornerstone Voice , San Francisco

About Rev. Saumiman Saud

Lahir 5 Agt, di Medan, alumni SAAT Malang, saat ini sebagai Pendeta di San Francisco
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s